Kamis, 11 Agustus 2011

Ramadhan Berbagi

Ramadhan tahun ini, Agustus 2011. Kami sebagai anggota baru LDK Al-Kahfi sangat menanti-nanti kegiatan yang diadakan pengurus. Tapi, setelah 2 minggu berlalu, kami tidak mencium LDK akan mengadakan kegiatan Ramadhan. Sangat disayangkan, padahal di bulan yang penuh rahmat ini akan lebih baik jika kesempatan ini digunakan Lembaga Dakwah kampus UNIKU untuk menyiarkan dakwahnya secara menyeluruh. Baik berupa pesantren kilat, bakti social, pengajian umum, dan lainnya.
Akhirnya, kami pengurus dan anggota Akhwat berinisiatif untuk mengadakan sebuah kegiatan. Kalaupun semua anggota dan penggurus tidak dapat mengikuti, setidaknya kami –akhwat- bisa hadir untuk sekedar menyambung tali silaturahmi dan membina kedekatan diantara aktivis akhwat ini.
Dalam dakwah pasti terselip sebuah bongkahan batu atau kerikil kecil yang dapat menghalangi jalannya. Begitu pun dengan kami. Untuk menunaikan satu kegiatan saja, berbagai permasalahan besar dan kecil langsung saja bermunculan.

Pertama, kami kesulitan untuk menghubungi para pengurus dan anggota dikarenakan tidak semuanya nomor kontak mereka kami punya.
Kedua, hal yang terkadang sedikit memberatkan kami adalah mengadakan rapat koordinasi dan mendiskusikan agenda yang akan dilaksanakan. Pada waktu ini, alasannya mungkin dikarenakan suasana kampus yang dalam keadaan libur, sedang kami berasal dari daerah yang berbeda. Ada yang dekat jaraknya dengan kampus, ada juga yang jauh. Jadi, ini sedikit menyulitkan kami. Belum lagi dengan seabreg kegiatan Ramadhan di desa/wilayah masing-masing, membuat kami sulit meluangkan waktu untuk sekedar menghadiri rapat. Ah, andai semuanya menyadari bahwa apapun tidak ada yang sulit jika kita bersungguh-sungguh dan focus terhadap tujuan kita. Bukankah Allah tidak pernah menyulitkan hamba-Nya? Tapi terkadang kitalah yang menyulitkan diri-sendiri. Intinya ya factor penghalang adalah diri kita sendiri. Tapi, sebagai aktivis dan manusia yang mempunyai perasaan, kami pun mengakui bahwa berat sekali dalam usaha meringankan segalanya. Apalagi jika kita berada dalam posisi yang serba salah, harus memilih yang mana yang seharusnya jadi prioritas. Hidup adalah pilihan, kawan. Setiap pilihan pasti ada resiko. Apapun yang jadi pilihan kita, maka bersiaplah atas resiko apapun darinya.
Dari kedua hal tersebut, akhirnya kami memilih untuk membuat group di salah satu jejaring social –facebook-, kami menamainya “Roudhatul akhwat al-kahfi” yang artinya taman bagi akhwat LDK al-kahfi. Di dalamnya tergabung anggota, pengurus dan MSO akhwat. Karena kami berharap bisa mendiskusikan apapun yang akan kami rencanakan untuk kegiatan ramadhan. Dan Alhamdulillah, disana kami bisa mengadakan rapat, diskusi lebih tepatnya tanpa harus bertatap muka langsung.

Berbagai persiapan kami diskusikan melalui group itu dan kadang melalui sms pula. Kami hanya mengadakan rapat 2 kali dengan tatap muka langsung di mesjid al-muta’alimin, untuk fiksasi kegiatan. Kami sepakat bahwa kegiatan yang akan kami langsungkan adalah berbagi ta’jil di sekitar wilayah kampus 1 UNIKU yaitu, windusengkahan dan perempatan Ciporang. Dan juga MABIT bersama akhwat LDK al-kahfi. Meski hanya dengan tenaga para muslimah tangguh, kami sebisa mungkin untuk mempersiapkannya secara maksimal. Berbagai koordinasi kami lakukan, mulai dengan ketua umum, Pembina, MSO, pengurus dan anggota lainya. Lalu kami putuskan untuk memilih Ukh Maya Nurmayanti sebagai koordinator pelaksana, ukh Ismi Hadiyatillah sebagai sekertaris dan Ukh Yayah sebagai bendahara dalam kegiatan ini.

Kegiatan tinggal beberapa hari lagi, kami telah siap untuk sebar surat undangan dan perijinan kepada rector, Pembina dan pihak DKM masjid Al-Muta’alimin. Tiba-tiba pak ketum (ketua umum) mengusulkan untuk mengadakan kegiatan buka bersama anak-anak yatim agar apa-apa yang kami keluarkan tidak sia-sia. Bukannya kami tidak setuju, sungguh itu adalah ‘sesuatu’ yang sangat mulia dan lebih bermanfaat bagi sesama. Tapi permasalahannya disini, waktu pelaksanaan sudah semakin dekat, surat-suratpun sudah kami buat. Jadi, waktu untuk mengubah dan mempersiapkan semuanya juga sangat singkat, sedang kami perlu waktu untuk sebar informasi atau mengundang dan mendata anak-anak mana saja yang perlu kami undang. Dari dana/keuangan kami pun secukupnya. Itupun dari kontribusi kantong kami masing-masing Rp. 15.000; Rp. 5000 untuk ta’jil, dan Rp. 10.000 untuk nasi bungkus makan besar buka dan sahur bersama. Kami perlu dana lebih jika agenda bersama anak-anak yatim, setidaknya untuk ongkos mereka, bingkisan dan makan besarnya. Kami belum mampu untuk itu semua. Ya, mudah-mudahan kedepannya kami bisa mempersiapkan segalanya untuk kegiatan semacam ini kembali.

Beberapa hari sebelum hari pelaksanaan, tiga orang akhwat diantara kami bergerak untuk menyebar surat. Pertama yang kami tuju adalah Pak Imin, Pembina LDK al-kahfi. Meski harus ke SMAN 2 Kuningan tempat dimana beliau sedang dinas, tidak menyurutkan langkah kami untuk menemui beliau. Dan Alhamdulillah, beres juga. Kedua, adalah menuju kantor rektorat di kampus 1. Bisa dibayangkan, dari ciporang untuk sampai ke kampus 1 memerlukan kendaraan karena jaraknya yang lumayan jauh. Tapi, karena angkot yang kami tunggu tidak juga nongol, akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki. Wah, sebuah perjuangan yang sungguh tak terasa lelah, padahal saat itu matahari sedang tepat diatas kepala kami, panasnya menguras keringat kami, di tambah lagi kondisi kami yang dalam keadaan sedang perpuasa. Tapi, karena semangat yang kami punya. Tak terasa kami sampai juga di tempat tujuan. Dengan sedikit peluh dan bermandikan keringat, kami menuju kantor rektorat, lalu kembali untuk begelut dengan kegiatan masing-masing.
Hari pelaksanaan telah tiba. Sabtu sore kami para akhwat berkumpul dan mempersiapkan ja’jil yang akan dibagikan. Membungkus kurma, aqua gelas dan pudding dalam satu bungkus plastic putih sebanyak 100 bungkus lebih. Setelah selesai, menjeang maghrib sekitar jam setengah enam sore kami berpencar untuk bagi-bagi ta’jil. Setelah itu kami berkumpul kembali ke mesjid untuk berbuka puasa bersama.

Malam harinya kami melaksanakan berbagai kegiatan seperti tadarus bersama, sharing, muhasabah, tahajjud, dan sahur bersama. Kami pun di temani dengan 3 orang ikhwan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. sebagai pengaman saja, karena kita semua akhwat. Diantara mereka ada yang menjadi imam sholat, ada juga yang membantu mengambil nasi bungkus di daerah juanda, sangat rawan jika dini hari akhwat pergi ke daerah yang lumayan jauh. Jadi, kami meminta bantuan seorang ikhwan untuk mengambilnya.

Ada berbagai hikmah yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Silaturahmi dan kekuatan cinta yang mampu mengikat hati kami di jalan dakwah ini. Semoga nuansa ramadhan seperti ini selalu membekas dihati kami. Mampu melukis pelangi dalam sejarah hidup kami, membawa cahaya di jalan yang tengah kami titi. Jalan dakwah ini.

Oleh: Maya Nurmayanti

Salam jihad,
Aktivis dakwah kampus Al-kahfi

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news